Indahnya Atap Jawa Barat

id.wikipedia.com

Oh Ciremai….

Perkanalkan namaku Azzam aku sekarang sudah lulus SMA sekrang aku akan menceritakan pengalamanku saat aku menapaki gunng tertinggi di jawa barat,

ya, saat itu aku baru naik kelas 3 SMA tapi masih liburan lebaran, ya aku mennikmati liburan itu dan merencanakan untuk mendaki atau aku ingin berdiri di ketinggian 3.078 ya maklum orang jabar asli jadi ingin melihat jabar dari atapnya 🙂

aku asli orang jawa barat dan aku lahir dan tinggal disalah satu kabupaten jawa barat, apakah kalian pernah mendengan “kota mangga” tau engga? kalo engga aku kasih tau kota mangga itu adalah sebutan atau gelar lah istilahnya di kota ku yaitu kota Indramayu.

H-7 Iedul Fitri aku mendengar kabar bahwa alumni SMA ku ada yang mau mendaki gunung ciremai, nah akhirnya karna saya ingin mendaki gunung ciremai sejak dulu dan dengan tekad yang kuat, saya mencoba menghubungi alumni tersebut dan ternyata benar akan berita tersebut, akhirnya saya pun meminta izin untuk ikut mendaki bersama mereka setelah itu saya tinggal mempersiapkan bekal saya saja.

peristirahatan untuk menginap

Persiapan bekal

Oke H-1 saya masih belum menyiapkan apa-apa saya hanya mempersiapkan mental saja, ini adalah pendakian pertama saya dan saya belum mempunyai peralatan pendaki, hal yang pertama saya cari adalah tas carril ya ini adalah bagian yang penting bagi para pendaki apalagi pemula seperti saya, karna saya hanya memiliki sedikit uang akhirnnya saya meminjam tas carril ke pada paman saya.

Penasaran dengan  Ini Adalah Pilihan

sore nya baru saya mempersiapkan bekal dan peralatan yang harus saya bawa, malamnya saya berangkat menuju gunung ciremai dengan 7 orang lainnya, kita berangkat mengunakan mobil bak terbuka abang saya duduk di depan menemani supir agar tak ngantuk, kita berangkat pukul 11 malem dan sampe di bawah gunung atau sebelum ketempat trek kita beristirahat di mushola pombensin.

setelah sholat subuh kita melanjutkan perjalanan ke salah satu jalur menuju puncak ciremai yaitu jalur palutungan, sekitar jam setengah enam kami sudah berada di pos palutungan atau tempat pendaftaran dan regitrasi sebelum muncak,jam enam saya bersama salah seorang alumni (Irfan) mendaftarkah diri dan keanggotaan lainnya,

Palutungan

untuk regritasi saat itu sekitar 50.000/orang sebelum berangkat kami sarapan terlebih dahulu, merencanakan posisi berjalan dan tidak lupa untuk berdo’a kepada Allah untuk melancarkan perjalanan hingga kami bisa kembali kerumah dengan selamat

Perjalanan Menuju Puncak Gunung Ciremai

ya perjalanan diperkirankan akan menghabiskan kurang lebih 10 jam (perjalanan santai) oke setelah berdo’a dan menusun posisi kami langsung berangkat menuju pos pertama Bismillah…

setelah kurang lebih 1 jam an, mungkin lebih kami baru sampai pos 1 dan disinih adalah pos terakhir yang terdapat mata air yang berlimpah, kami pun istirahat sejenak dan tidak lupa mengabadikan momen saat berada di pos 1, disaah juga saya temui banyak pendaki2 dari berbagai komunitas alam

pos 1

Menuju Puncak Ciremai

ayo kita lanjutkan perjalanan, itullah yang saya dengar dari alumni yang sudah pernah mendaki gunung ciremai “jangan beristirahat lama-lama nanti tenaganya abis” ya itu yang bang irfan katakan, akhirnya setelah 15 menit kami beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung ciremai yang mana sudah saya impikan sejak saja masih sekolah dasar

Penasaran dengan  Tentang Penulis

Setelah cukup jauh dan lama berjalan akhirnya kita sampai pada pos 4 dimana sinar matahari sudah memasuki sela2 tanah di gunug yang terhalang oleh rimbunnya dedaunan, jam setengan 1 kita berhenti dan beristirahat dan tidak lupa untuk menunaikan kewajiban seorang muslim yaitu sholat.

seusai sholat kami makan siang dengan seadanya dan saya sangat menikmatinya, lalu kami pun melanjutkan perjalanan kembaali

tak terasa berapah jauh kami berjalan hingga kaka saya merasakan keleahan sekali, yah saat itu sudah pukul 4 sore dan kaka saya sudah tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan akhirnya kami mendirikan tenda yang jaraknya 3 jam dari puncak ciremai.

bakar2 an

pukul 05:00 kabut sudah mulai turun dan kami sudah merasakan dinginnya hawa yang dibawa oleh kabut, untuk menghilangkan rasa dingin akhirnya kami bakar-bakaran .

dan tidak lupa kami juga mengabadikan gambar dengan tongsis sambil selingan menacii kayu bakan yang ada disekeliling kita dan merefleskan pikiran.

 

seusai Sholat Magrib dan Isya kami bergegas untuk makan dan membagi tugas, setelah makan semua tidur kecuali yang bertugas menjaga,2 orang jaga dan 6 lainnya tidur.

saya terbangun jam 1 pagi, saya pun langsung melaksanakan tugas saya yaitu tetap menjaga agar api tidak padam dan menjaga keamanan sekitar, saya pun bersama alumni (Fajar) naik turun untuk mencari kayu bakar, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2:30 saya dan fajar bergeas kembali dan membangnkan yang lain untuk melanjutkan perjalanan.

Penasaran dengan  Sepenggal Kisahku Bersma OSPA

02:00 kami semua sudah siap untuk melanjutkkan perjalanan dengan lampu senter seadanya kami bersama2 berjalan,

04:00 saya sampai puncak dan saat itu masih gelap sekali.
sendiri

YA ini saya Azzam, saat pertama kali sampai puncak ciremai, ya saya adalah orang pertama dari rombongan yang sampai puncak pertama, saya pun bisa menikmati sholat subuh di atap jawa barat…Allahu Akbar

ya saking lelahnya saya sampai tertiur menunggu sunrise atau matahari terbit, kami pun tak lupa mengabadikan momen yang indah di atap jawa barat, akhirnya kami bisa melihat awan dari atas dan bisa meihat luasnya provinsi jawa barat, Subhanallah sangat indah ciptaan Allah dan Kuasanya benar-benar nyata.

saya dan para alumni tak lupa untuk mengabadikan momen yang mungkin bersejarah bagi saya.

di puncakk

 

 

Leave a Comment