Perkembangkan Islam di Indonesia, Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai – Masuknya Islam di Indonesia bisa ditelusuri melalui sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Meskipun hal tersebut tidak lantas Anda membuat kesimpulan bahwasannya Samudera Pasai lah yang merupakan kerjaan yang menyebarkan Islam pertama kali.

Sebelumnya, sudah ada geliat dakwah yang dilakukan oleh para pedagang dan juga para ulama dari Negara-Negara Timur Tengah. Dan berdirinya Kerajaan Samudera Pasai membuat perkembangan Islam semakin cepat meluas.

2 Raja Samudera Pasai Yang Paling Berpengaruh

2 Raja Samudera Pasai Yang Paling Berpengaruh

Kerjaan Samudera Pasai berdiri pada tahun 1267. Kerjaan ini berdiri hingga tahun 1517. Banyak perkembangan sekaligus konflik yang terjadi selama Kerajaan Samudera Pasai ini berdiri.

Dan perkembangan serta konflik tersebut tidak lepas dari peran raja yang memimpin pada waktu itu. Akan tetapi, setidaknya ada dua raja yang sangat berpengaruh pada perkembangan kerajaan islam pertama di Indonesia ini.

Yang pertama adalah Raja Meurah Silu atau yang juga disebut dengan Sultan Malik As-Saleh. Tidak lain ia adalah pendiri Kerajaan Samudera Pasai.

Hal ini disebabkan karena Islam yang merupakan agama resmi kerajaan. Karena di dalam Islam terdapat prinsip persamaan antara umat manusia, rakyat akhirnya bisa hidup damai dan tentram.

Di sisi lain, pada saat Raja Meurah Silu berkuasa, alur perdagangan luar negeri dibuka sangat lebar. Banyak pedagang asal India, Cina, dan Arab masuk ke Kerajaan Samudera Pasai.

Akibatnya, jual beli pun berjalan sangat baik. Lada, sutra, serta kapur barus menjadi komoditas ekspor paling diandalkan pada waktu itu.

Sementara itu, pedagang dari luar negeri bisa menjual barang dagangannya di Kerajaan. Masyarakat semakin makmur karena banyak barang yang bisa dibeli tanpa mereka harus berlayar ke negara lain seperti Cina.

Harga barang lebih terjangkau. Dan perekonomian rakyat meningkat. Akan tetapi, Sultan Al Malik Azh-Zahri I tak kalah terkenal. Sultan kedua yang merupakan putra dari Raja Meurah Silu dikenal sebagai raja yang sangat religius.

Penasaran dengan  13 Manfaat Buah Semangka Bagi Ibu Hamil dan Janin

Ia seorang yang terpelajar. Meskipun seorang raja, ia sangat pemurah dan memiliki perhatian yang lebih pada fakir miskin. Hal ini tidak lepas dari pemahamannya yang mendalam mengenai agama Islam. Nilai-nilai Islam diterapkan pada saat ia menjabat menjadi raja.

Kondisi Ekonomi dan Politik Kerajaan Samudera Pasai

Kondisi Ekonomi dan Politik Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan ini berada di pantai utama Aceh. Lebih tepatnya kerajaan ini berada di sebuah daerah yang dekat dengan Selat Malaka. Maka bisa dipahami jika kondisi ekonomi kerajaan yang begitu sangat baik.

Selat Malaka pada waktu itu dijadikan sebagai jalur utama perdagangan internasional. Banyak para pedagang terutama dari India dan Cina yang melewati jalur tersebut.

Dan ada juga yang memang memiliki tujuan yang untuk menjual barang dagangan mereka di wilayah Indonesia. Dan pintu masuknya tidak lagi adalah di Kerajaan Samudera Pasai.

Jadi, bisa dikatakan Kerajaan Samudera Pasai merupakan sebuah kerajaan yang begitu sibuk dengan kegiatan ekonomi. Dan tempat ini tidak hanya dijadikan tempat transit saja.

Ada banyak fasilitas yang disiapkan seperti gudang dan kapal untuk menghantarkan barang ke seluruh wilayah Indonesia. Tidak sampai di situ saja. Penduduk lokal juga sangat diuntungkan.

Selain mendapatkan barang dari luar negeri dengan harga yang lebih murah, mereka juga bisa langsung menjual hasil pertanian mereka langsung ke pedagang Internasional.

Jadi, Kerajaan Samudera Pasai merupakan tempat di mana terjadi aktivitas jual dan beli barang. Ada aktivitas impor dan juga ekspor.

Kondisi ekonomi yang begitu baik tersebut sejalan dengan kondisi politik. Besar kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh kerajaan, yaitu Islam.

Ajaran Islam tidak hanya diterapkan di kehidupan individu, tapi juga sosial. Kondisi politik pada waktu itu bisa dikatakan sangat baik.

Hingga akhirnya Kerajaan Samudera Pasai sangat terkenal dengan kapalnya yang begitu besar. Sayangnya, pada tahun 1521, Samudera Pasai harus tunduk di tangan Bangsa Portugis.

Runtuhnya kerajaan Samudera Pasai ternyata disebabkan oleh faktor internal, terlepas tentu ada faktor eksternalnya.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai

Sebenarnya, cukup sulit untuk menentukan sejak kapan Kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran. Para sejarawan bisa berdebat panjang untuk menentukan hal ini.

Penasaran dengan  6 Makanan Khas Sulawesi Tengah Mampu Membuat Kamu ... ?

Namun, yang jelas, Kerajaan yang maha kuat ini akhirnya berhasil kalah di tangan Bangsa Portugis. Setidaknya ada dua penyebab yang menyebabkan Kerajaan Samudera Pasai ini mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh.

Yang pertama adalah tidak adanya proses regenerasi. Sama seperti kerajaan lainnya, raja merupakan keturunan dari raja sebelumnya. Sayangnya, tidak semua anak raja disiapkan secara matang.

Dari sekian banyak Raja Samudera Pasai, tidak ada raja yang lebih hebat dibandingkan dengan Sultan Malik At Tahrir. Setelah wafatnya Sang Sultan, praktis tidak ada pengganti yang sepadang dengannya.

Namun, bukan itu saja faktor runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai. Faktor lainnya adalah adanya keos di dalam kerajaan disebabkan perebutan kekuasaan.

Diceritakan bahwasannya karena pengganti Sultan Malik At Tahrir yang tidak begitu kuat, ada beberapa upaya pemberontakan. Dan upaya tersebut dilakukan oleh orang dalam kerajaan.

Dua faktor penyebab tersebut akhirnya membuat kerajaan tidak begitu kuat dan akhirnya runtuh.

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai Yang Masih Bisa Dinikmati Saat Ini

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai Yang Masih Bisa Dinikmati Saat Ini

Meskipun kerajaan ini sudah tidak lagi ada, masih banyak orang yang sangat kagum. Tentu mereka mempelajari kerajaan ini dari buku sejarah.

Dan akhirnya, mereka datang untuk melihat sendiri peninggalan sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Karena ini adalah kerajaan Islam, maka banyak makan sultan raja yang dikunjungi para peziarah.

Ada sebuah budaya di mana orang berterima kasih atas jasa para pemuka Islam pada waktu dulu dengan mendatangi makam mereka.

Inilah yang mendorong banyak peziarah yang datang ke makam raja-raja Samudera Pasai. Bahkan, tidak jarang orang yang memiliki nazar.

Ini merupakan janji di mana ketika suatu hal sudah didapatkan, maka mereka memenuhi nazar berkunjung atau berziarah ke makam raja Samudera Pasai. Ini menunjukkan begitu istimewanya para raja di mata masyarakat.

Bagi mereka yang tiidak begitu tertarik dengan ziarah ke makam, mereka bisa melihat secara langsung sebuah peninggalan, yaitu Cakra Donya. Ini adalah sebuah lonceng.

Lonceng ini mirip dengan stupa yang ada di Borobudur. Namun, loncong yang bentuknya seperti stupa ini buatan Cina.

Banyak pengunjung yang menganggap peninggalan ini biasa-biasa saja. Namun, tidak dengan penduduk lokal. Hingga sekarang, para penduduk lokal menganggap lonceng ini benda yang sangat keramat.

Penasaran dengan  7 Makanan Khas Sulawesi Selatan Ini, Bisa Bikin Nagih Deh!

Terlepas dari hal tersebut, ada satu hal yang bisa dipelajari oleh masyarakat. Di lonceng tersebut, terdapat dua tulisan yang berbeda, yaitu tulisan Cina dan Arab.

Ini menunjukkan betapa budaya Cina dan Arab sangat mempengaruhi budaya Samudera Pasai pada saat ini. Sayangnya, hanya tulisan Cina saja yang sampai sekarang bisa dibaca.

Tulisan Arab sudah tidak terbaca lagi karena kondisi lonceng yang sudah begitu tua dan hampir rusak. Itulah cerita sejarah mengenai kerajaan samudera pasai. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan pengetahuan ilmu kita.

Kesimpulan Kerajaan Samudera Pasai

bukti peninggalan kerajaan samudera pasai

Dari kesimpulan penjelasan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa, benar adanya kerajaan samudera pasai ini, dan kerajaan samudera pasai ini juga menjadi salah satu sejarah yang penting untuk di pelajari.

Karena disana mengambarkan keIslaman pada zaman dahulu selain itu, banyak nilai-nilai sejarah dan Islam yang bisa memotivasi kita.

Intinya kerajaan samudera pasai itu merupakan sebuah kerajaan yang menjadi bagian dari sejarah Indonesia dan juga Islam di Indonesia tentunya.

Terimaksih telah menyimak artikel ini, semoga bewrmanfaat untuk teman-teman semua dan jangan pernah lupakan sejarah. Karena Kerajaan samudera pasai merupakan bagian dari sejarah Indonesia.

Tinggalkan komentar