Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Mukhoyyam

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Muhoyyam (Kamping)

Mukhoyyam adalah kegiatan perkemahan atau perkampingan yang biasanya dilakukan oleh lembaga sekolah maupun komunitas-komunitas pencinta alam. Mukhoyyam arti sebenarnya adalah kamping tapi mukhoyyam  memiliki makna lebih luas dibandingkan kamping yang biasa dilakukan oleh lembaga ataupun komunitas pecinta alam.

Mukhoyyam beda dengan kamping karena pada kegiatan ini saya merasakan bahwa bukan hanya bersenang-senang dengan alam tapi lebih mendekati dengan alam dan yang menciptakannya yaitu Allah swt.

  • Persiapan

Saya sudah tak asing lagi dengan kegiatan mukhoyyam  karena saya sudah mengikuti kegatan ini sejak kelas 4 SD meskipun saya tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya.

Kelas 12 adalah kelas di mana saya merasakan nikmatnya kebersamaan dan indahnya ciptaan-Nya, ya saat itu saya sudah duduk dikelas 12 yang biasanya kelas 12 adalah ketua kelompok dalam acara Mukhoyyam, ketika saya sedang belajar di kelas bersama santri yang lainnya terdengar suara dari toa yang biasa digunakan untuk pengumuman “Bagi siswa dan siswi yang disebutkan namanya harap berkumpul di masjid karena akan ada arahan buat acara mukhoyyam

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Setelah saya megikuti arahan dan mengetahui siapa saja anggota saya ketika itu saya langung memberitahu kepada anggota saya untuk mempersiapkan peralatan dan persiapan yang harus disiapkan.

Saya sebagai ketua bertanggung jawab atas setiap anggotanya, seperti sebelum-sebelumnya yang di sana panitia hanya menyediakan beras saja untuk 4 hari kedepan, setelah merapatkan apa saya yang dibawa saya langsung membagi tugas kepada setiap anggota saya termasuk pembelian bahan-bahan yang ini adalah tugas wajib seorang ketua pergi kepasar.

Penasaran dengan  Sepenggal Kisahku Bersma OSPA

Lelah memang tapi ini belum apa-apa dibandingkan nanti di sana, yang perjuangan dan pengorbanan ketua sangat penting bagi kehidupan dan kenyamanan angotanya.

  • Ketua Kelompok

Ketua kelompok biasanya ditempati kelas 12 yang dianggap sudah bisa memegang amanah sebagai amanah, tapi karena kemarin jumlah santri putra banyak jadi dibagi 9 kelompok dan angkatan saya satri putranya hanya ada 8 berarti ada 1 kelompok yang diketuai oleh kelas 11. Saya pun saat kelas 11 menjadi ketua kelompok.

  • Pemberangkatan

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Sebelum pemberangkatan ada upacara pelepasan yang dihadiri oleh seluruh panitia dan peserta yang mengikuti kegiatan mukhoyyam, pemberangakatan dilaksanakan pukul 07:00 sampai dengan pemberangkatan.

Pemberangkatan menggunakan bis daerah yang setiap bis diisi oleh 3 kelompok yang sudah pasti sesak dengan bawaan barang yang begitu banyak dan jumlah orang yang berbeda setiap kelompoknya, perjalanan menghabiskan waktu kurang leih 3-4 jam hingga saya dan semua peserta maupun panitia sampai di tempat.

  • Kebersamaan kelas 12

Saya dan teman-teman yang lainnya khususnya kelas 12 kegiatan ini menjadi momentum dimana saya merasakan yang namanya kebersamaan dan kekompakan, ketika pluit yang menandakan kode berkumpulnya ketua, jika ada satu ketua yang telat ataupun diwakili oleh wakilnya saya dan yang lainnya harus mencari tahu keberadaannya jika dihukum saya pun harus mengikuti hukuman yang diberikan oleh panitia kepada yang telat karena kita diajarkan kebersamaan.

Penasaran dengan  Persami

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Dihari pertama sorenya saya dan kelas 12 lainnya berkumpul disuatu tempat, di sana saya diilatih baris-berbaris, kekompakan, ketegasan dan kesiapan mental untuk hidup di hutan, saya dan teman yang lainnya diberi tugas untuk madi dibawah air terjun, dihukum push-up, jalan jongkok, merayap dan hukuman-hukuman lainnya yang bisa membuat fisik saya menjadi kuat.

Kebersamaan juga dirasakan ketika kita menyelesaikan masalah.

  • Selalu Siap Siaga

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Saya disanah diajarkan untuk bergegas dan bersiap siaga dalam kondisi dan situasi apapun jika ada panggilan yang mengisyaratkan saya kumpul, pernah juga suatu malam sekitar jam 2 pagi saya dan ketua yang lainnya dipanggil untuk menuju suara pluit, terkadang suaranya jauh dan membingugkan untuk menebak dimana asal suara itu,

Ketika ada panggilanpun kondisi badan dan perlengkapan harus siap dengan menggunakan sepatu dan membawa tongkat yang diberi panji (bendera kelompok) dan dilarang menggunakan jaket, meskipun saat itu cuaca dan suhunya cukup dingin tapi di sinilah letak perjuangan dan kesanggupan saya untuk mengikuti acara yang bernama mukhoyyam.

  • Upacara Penutupan

Upacara penutupan dilaksanakan pada pagi hari setelah tenda sudah dibongkar dan sudah sarapan, penutupan acara Mukhoyyam diikuti dengan pelantikan pramuka yang naik tingkat setiap kelas mewakili kenaikan pangkat tersebut tidak terkecuali dengan saya, tapi yang mewakli kelas 12 bukan saya tapi teman saya.

Penasaran dengan  Indahnya Atap Jawa Barat

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Saya ditunjuk sebagai Pemimpin jalannya upacara penutupan dan pelantikan ini adalah kali ke-2 saya menjadi eksekutor penutupan acara atau pemimpin upacara, yang pertama saat saya kelas 11 mungkin karena saya seorang Pradana kala itu dan Ketua OSPA jadi saya ditunjuk dan kali ini Pradanaya adalah adik kelas dan dia mewakili teman-temannya dilantik jadi saya yang ditunjuk menjadi pemimpin upacara penutupan Mukhoyyam.

Mukhoyyam Al-Urwatul Wutsqo

Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya setelah upacara selesai ada pembagian hadian kepada para peserta setelah itu ada juga Musafahah (salam-salaman).

Leave a Comment