Budidaya Bawang Putih Untuk Pemula! TIPS & TRIK!

Siapa yang tidak tahu manfaat dari bawang putih ? salah satu bumbu dapur dan bahan rempah yang sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia ini. Merupakan benda baik digunakan untuk memasak, obat, atau pembuatan produk yang nantinya rata-rata bermnafaat bagi manusia.

Apalagi sekarang ini sudah banyak penelitian mengenai bawang putih. Mengingat kebutuhan yang sangat tinggi setiap tahunnya, membuat prospek dari budidaya bawang putih sangat menguntungkan untuk dijalani. Budidaya bawang putih dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Namun, sebagian petani pemula mungkin belum tahu bagaimana cara menanam atau membudidayakan bawang putih dengan benar. Berikut ini ada tahapan tepat bagaimana bawang putih dibudidaya, seperti apa ?

Syarat Tumbuh Budidaya Bawang Putih

Budidaya bawang putih untuk pemula
Gambar : https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Setiap tanaman pasti memiliki syarat tumbuh, termasuk juga bawang putih. Untuk jenis tanah yang bisa ditanami bawang putih maka tipe tanah yang berbahan organik tinggi, subur dan juga gembur yang bisa dipilih.

Mengapa hal tersebut ? karena mengingat bawang putih adalah tipe umbi yang tertanam di tanah ketika panennya, maka tanah gembur akan memudahkan proses pembuahannya. Bawang putih layaknya bawang bombay yang memang ditanam di tempat gembur.

Selain itu, bawang putih sebenarnya biasa ditanam di daerah yang subtropis.
Biasanya ketika musim panas dipanen dan penanaman dilakukan saat musim semi. Tetapi bukan berarti di Indonesia tidak bisa, hanya saja sobat jamtani harus menyesuikan suhu dengan daerah subtropis.

Biasanya suhu yang dipilih yaitu 20 derajat Celcius, sehingga di Indonesia yang paling cocok untuk menanam bawang putih adalah di daerah dataran tinggi yaitu sekitar 700 hingga 1.000 meter diatas permukaan laut. Untuk pH yang sesuai adalah pH netral yaitu 6,5-7 saja.

Penasaran dengan  Tips Memilih Hotel di Lombok

Tahapan-tahapan yang harus diperhatikan diantaranya adalah:

  • Persiapan Lahan,
  • Penanaman,
  • Pemupukan,
  • Pemulsaan,
  • Pengairan,
  • Pemeliharaan,
  • Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan,
  • ٍSerta Penanganan pada masa Panen dan Pasca Panen.

Budidaya Bawang Putih

Cara budidaya bawang putih
Gambar : https://paktanidigital.com/

1. Persiapan lahan

Hal pertama yang bisa anda lakukan adalah mempersiapkan lahan, dimana anda siapkan tipe tanah bertekstur lempung berpasir dan struktur tanah gembur dengan pH yang tidak kurang dari 5.5 dan tidak lebih dari pH netral 7.

Sesuai direksinya bahwa bawang putih dilakukan dengan pembukaan lahan terlebih dahulu di daerah dataran tinggi. Selanjutnya adalah pembajakan yang dilakukan dengan intensitas sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu.

Intensitas jangan terlalu sering namun juga jangan terlalu jarang. Apabila sudah selesai lalu dibuat bedengan untuk jarak dan juga irigasi selebar 60-150 cm dan tinggi 20-50 cm. Sedangkan untuk panjang bedengan disesuaikan dengan luasnya lahan.

Tidak lupa dibuatkan parit di antara bedengan untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm. Kedalaman parit itu sendiri tergantung dari keadaan musim. Pada musim hujan misalnya, harus dibuatkan parit yang lebih dalam.

2. Penanaman

Masuk kedalam proses penanaman, perlu anda ingat bahwa tanaman bawang putih merupakan umbi sehingga kita menggunakan jenis umbi bibit dalam penanamannya. Umbi tersebut ditanamkan di masing-masing lubang yang telah dibuat ketika pengolahan lahan.

Umbi ditanamkan dengan kedalaman 2-3 cm, sedangkan untuk jarak harus disesuaikan dengan ukurang dari masing-masing siung. Contohnya, apabila berat atau bobot siung lebih berat dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20 cm X 20 cm, atau bila bobot siung lebih ringan dari 1,5 gram.

Maka jarak tanamnya 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm. Untuk kebutuhan bibit, di setiap satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram. Bobot bibit pada penanaman sangatlah penting untuk hasil panenannya.

3. Pemupukan

Selanjutnya adalah pupuk untuk kesuburan bawang putih, pupuk sendiri terbagi atas pupuk organik dan pupuk non-organik. Penggunaan pupuk organik berupa pupuk kandang dengan dosis sekitar 10-20 ton/ha atau pupuk kandang kambing dengan dosis 30 ton/ha bisa diaplikasikan ke bawang putih.

Sedangkan untuk pupuk non organik dengan banyak macamnya, sobat jamtani bisa 200 kg N, 180 kg P2O5, 60 kg K2O dan 142 kg S. Pupuk nitrogen digunakan 3 kali selama pertumbuhan, yaitu pada saat tanam, saat pembentukan tunas dan saat pembentukan umbi.

Untuk takaran pupuk organik penggunaan angka diatas dengan perbandingan 1 hektar lahan bawang putih. Selanjutnya ketika waktu tanam, sobat jamtani bisa memberikan dua pupuk dan juga pupuk kandang secara bersamaan yaitu pupuk fosfor dan kalium.

Hal ini dilakukan, untuk menaikan kualitas dari hasil umbi yang juga diberikan pupuk kimia dan termasuk unsur mikro tanah.Layaknya Sitozim dengan konsentrasi 0,25% yang disemprotkan pada daun, Massmikro dengan konsentrasi 200 ppm, dan Hipron sebanyak 2 kali dengan konsentrasi 2 ml/l. Jadi wajar bukan jika bawang putih harganya tidak murah, karena perawatan dan pemupukannya tidak mudah.

Penasaran dengan  Cara Mempercepat Jaringan Wifi di Rumah Kamu!

4. Pemulsaan

Apakaha sobat jamtani paham mengenai pemulsaan ? mulsa merupakan cara untuk menjaga kelembaban tanah dengan memanfaatkan sisa tanaman berupa jerami padi atau tanaman mati.

Sebaiknya jangan menggunakan mulsa plastik meskipun ada dan bisa digunakan lebih praktis, karena efek ke tanaman tidak akan baik dan kelembaban yang dihasilkan tidak terlalu baik.

5. Pengairan/Irigasi

Mengingat bawang putih adalah umbi, maka frekuensi pengairan tidak akan mudah. Dimana pengairan tidak boleh terlalu banyak atau sedikit, frekuensi tergantung pada umur tanaman bawang putih.

Jika pada awal pertumbuhan maka sobat jamtani wajib memberikan air sebanyak 2-3 hari sekali, sedang pada masa pembentukan tunas sampai pembentukan umbi pengairan dilakukan 7-15 hari sekali. Pengairan baru dihentikan pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen.

Pemeliharaan Budidaya Bawang Putih

Tips budidaya bawang putih
Gambar : https://joglosemarnews.com/

Selanjutnya adalah proses pemeliharaan, ketika tanaman sudah mulai tumbuh dengan perkembangan yang bagus sobat jamtani hanya tinggal melakukan penyiangan saja dengan frekuensi jarak 20-30 hari.

Penyiangan gulma bertujuan untuk menghindari rebutan unsur hara sehingga tanaman bawang putih anda bisa membentuk umbi yang bagus dan juga berkualitas. Penyiangan memang harus rajin dilakukan, apalagi adanya pupuk dan kelembaban yang tinggi.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Terakhir adalah permasalahan semua budidaya yakni adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), dimana untuk bawang putih nyatanya OPT sangatlah banyak dan juga mengganggu. Tercata ada sektar 19 OPT yang terdeteksi menjadi penganggu tanaman bawang putih dan bisa menyebabkan gagal panen hingga jeleknya hasil umbi sobat azzamaviero Seperti halnya :

  • Thrips tabaci,
  • Spodoptera exigua, Fusarium sp,
  • Alternaria porii,
  • Onion Yellow Dwarf Virus (OYDV), serta yang lainnya.

Penanganan Masa Panen dan Pascapanen

Ketika sobat jamtani ingin melakukan pemanenan waktu yang dibutuhkan hingga bawang putih dinyatakan matang dalam tubuhnan sekitar 90 – 120 hari. Sedangkan untuk ciri-ciri dari tanaman yang telah siap panen yaitu:

  • Adanya perubahan warna daun khususnya karena layu dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35-60%. Ketika menjelang panen inilah semua kegiatan pemupukan dan perawatan dihentikan.
  • Untuk memanen bawang putih, dilakukan dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan saat cuaca cerah. Hasil produksi yang bisa dipanen mencapai 5,6 sampai 12 ton/ha.
Penasaran dengan  Cara Membuat Cuka Apel Alami Dengan Mudah dan Simple

Tinggalkan komentar