Kumpulan Cerpen Islami yang Mengharukan, Hadiah terbaik

Hadiah Terbaik

Oleh : Atikah Nur Azizah

Hadiaj terbaik
sharetipsdancara.blogspot.com

Kumpulan Cerpen Islami yang Mengharukan, Hadiah Terbaik – Pada Suatu hari seorang petani menanam tujuh pohon disebuah ladang yang luas. Setiap hari petani tua itu menghampiri ketujuh pohon itu untuk disiramkan air, memberi pupuk, dan membersihkan ladang itu agar tak kotor.

Dengan Kesabaran yang dimiliki sang petani, pohon-pohon itu tumbuh semakin besar dan berkembang. Pak tanipun memberinama kepada setiap pohn kesayangannya itu, pohon pertama ia beri nama si sulung, karena pohon itu merupakan pohon pertama yang tumbuh diladangnya .

Pohon kedua ia berinama si sepoy karena setiap angin yang melewati pohon tersebut udara terasa begitu nikmat, pohon yang ketiga ia berinama si gugur karena pohon itu selalu mengguugurkan daunnya, pohon keempat ia berinama si kuat karena batang yang tumbuh tak mudah patah.

Pohon yang kelima ia berinama si senyum karena batang yang tumbuh seakan tersenyum, pohon yang keenam ia berinama si lincah karena ia pohon yang cepat berkembang dan yang terakhir pohon yang ketujuh ia berinama si berkah karena hanya pohon ini menghasilkan buah yang cukup banyak.

Kisah Petani

Pak tani sangat menyayangi ketujuh pohon itu, ia telah mengganggap ketujuh pohon itu adalah bagian dari hidupnya.

Suatu ketika ditengah malam si sulung terbangun dari tidurnya, ia menggerak-gerakan batangnya dan membuat keenam kawannya terbangun juga. “hai, kau ada apa?” Tanya si berkah “aku ingin mengajak kalian berdiskusi” jawabnya.

“Ditskusi apa?” pohon lain menimpali, “apakah kalian tak kasihan melihat pak tani yang setiap hari merawat dan menjaga kita, aku ingin memberikan sedikit hadiah kepada pak tani…” “alah, kau ini… itu kan sudah menjadi tugas pak tani untuk menjaga dan merawat kita..” cetus si kuat

“Aku setuju dengan usul sulung,,” tegas si senyum “benar kita harus memberi hadiah buat pak tani” tanggap si sepoy. “Tapi, apa yang mau kita lakukan?” tanya si lincah. “Tenang kawan, bagaimana kalau kita berusaha untuk menjadi pohon terbaik bagi pak tani” jawab si gugur.

Tanpa ragu ketujuh pohon itupun membuat kesepakatan. Mereka telah berjanji untuk memberikan yang terbaik bagi pak tani. Keesokan harinya, matahari terbangunn dari tidurnya, awan cerah menyambut pagi. Seperti biasa pak tani datang keladang.

Azzam Aviero

Ia mengambil air lalu ia siramkan kesetiap pohon itu, setelah itu ia memberikan pupuk dan vitamin. Setelah semua pekerjaan selesai ia beristirahat dibawah si sepoy, dengan semangat yang menggelegar si sepoy berusaha membuat nyaman pak tani. Tampak senyum terajut diwajah pak tani.

“Alhamdulillah… nyaman sekali ya Allah” ucap pak tani. Si sepoypun girang bukan main, karena terlalu gembira ia tak menyadari salah satu batangnya  terputus dan menimpa kaki pak tani. Dengan rasa sakit pak tanipun beranjak dari si sepoy ia berpindah ke si sulung untuk mengobati lukanya. Dengan penuh percaya diri si sulung berusaha menjaga agar tak ada batangnya yang jatuh menimpa pak tani.

“Alhamdulillah tak apa” ucap pak tani. Hati sulung berbunga-bunga mendengar ucapan pak tani. Pak tanipun mencoba menyadarkan badanya tapi, krekk.. si sulung  telah rapuh. Pak tani pun beranjak pergi menuju si kuat, Bismillah” ucapnya, akhirnya pak tani mampu membaringkan badanya.

www.hetanews.com

Perasaan kuat begitu bahagia tatkala pak tani merasakan kenyamanan, tapi tiba-tiba burung yang sedang bertengger menjatuhkan kotoran kepada pak tan, dengan tetap sabar pak tanipun beranjak kembali menuju si gugur. Pak tanipun merasakan kesegaran karena daun yang berguguran itu bisa menjadi kasur empuknya untuk beristirahat.

Jantung si gugur seakan berdetak kencang melihat pak tani tertidur dibawahnya. Haripun semakin sore, matahari sudah memudarkan cahanyanya, burungpun berbondong-bondong kembali pulang. “Uahhh…hari sudah sore saatnya aku pulang” ucap pak tani.

Sebelum beranjak pulang pak tani mampir ke si senyum ia menatap penuh kearah si senyum, pak tanipun melanjutkan langkahnya dan sejenak terhenti di si lincah lalu pak tanipun mengelus-ngelus si lincah lalu melanjutkan perjalanan lagi dan tepat di dekat pintu gerbang ladang ia melihat si berkah dan hanya ancungan jempol yang si berkah terima.

Perjuangan seorang kakek

Diluar gerbang pak tani melambaikan tangan kepada ketujuh pohonnya, langitpun perlahan menjadi gelap hiruk-pikuk kehidupan seakan senyap seketika, Di dalam ladangobrolan ketujuh pohon itupun berlanjut, mereka saling bercerita apa yang telah mereka lakukan untuk pak tani dan apa yang telah pak tani ucapkan.

Dalam heningnya malam ketujuh pohon itu terus berfikir bagaimana cara agar pak tani bisa nyaman dan tak beranjak pergi. Persaingan untuk memberikan hadiah terbaik terlihat begitu sengit, ketujuh pohon itu terus berlomba-lombasetiap hari ketika pak tani datang ke ladang, mereka telah bersiap menyambut kedatangannya.

Hingga rasa lelah, letih dan putus asa menyapa tiap-tiap pohon, si sepoypun perlahan mulai lelah sehingga ia tak lagi bergerak, si kuat kini seakan rapuh, si senyum berubah menjadi cemberut, si gugur semakin tak percaya diri, si lincah mulai malas, si berkah selalu bingung. yang tersisa hanyalah si sulung yang masih berusaha semangat di tengah rasa lelah yang terus menyapa.

Cerpen Islami
jawapoems.blogspot.com

Sulungpun tak tinggal diam melihat teman-temannya seperti itu, pada siang hari seorang anak kecil bermain-main di ladang pak tani, ia membawa sebuah benda kecil yang bertuliskan Al-Qur’an. Dengan sedikit terbata-bata ia membuka dan membacakannya di hadapan kami rasa nyamanpun tersirat dalam hati masing-masing pohon.

Tiba-tiba pak tani datang menghampiri anak kecil itu, pak tani mengecup penuh harapan dan doa kepada anak kecil itu. “kek, aku mau menghafal Al-Qur’an supaya aku bisa bawa mamah, papah, kakek, nene dan orang-orang yang aku sayangi masuk surga kek”

Air matapun mengalir dari mata pak tani.. ‘iya sayang, jadikan Al-Qur’an sebagai kado  terindah untuk kakek dan orangtuamu ya cu” jawab pak tani. Para pohonpun larut dalam suasana mereka baru menyadari bahwa hadiah terbaik ntuk pak tani adaah hafalan Al-Qur’an yang dapat menyelamatkannya dari api neraka.

Bukan kenyamanan dunia yang mereka semua tawarkan, dengan tekad baru setelah mendengar perbincangan anak kecil dan pak tani itu para pohonpun berdiskutsi dan membuat keinginan untuk menghafal Al-Qur’an. Mereka percaya Allah senantiasa memberi jalan kepada hambanya yang ingin berusaha.

Cerpen Islami
line-edukasi.blogspot.com

Para pohon itupun menghafal mengikuti cucu pak tani, setiap kali cucu pak tani bermain di ladang dan membacakan Ayat-ayat Al-Qur’an para pohon itu mmengikutinya, si sulung mudah dan cepat dalam mengikuti si cucu namun bagi si sepy harus menginat hingga si cucu dua sampai tiga kali membaca, si kuat harus benar-benar memperhatikan agar mudah mengingatnya.

Si senyum dengan santaiii dan tenang mengikuti si cucu, si gugur dengan terbata-bata mengikuti setiap ayat yang ia dengar, si lincah dengan perhatian yang penuh ia mampu mengikuti dengan cukup baik dan si berkah dengan sabar ia mengikuti si cucu.

Ketujuh pohon itu kini sedang bersungguh-sungguh menghafalkan Al-Qur’an untuk memberikan mahkota terindah untuk pak tani. Terkadang rasa bosan, malas, lelah, menghinggap pada diri ketujuh pohon itu tapi ketika mereka melihat semangat si cucu dan senyumm indah pak tani keraguan itu hilang tapi sejenak.

Cerpen Islami
yessykawidy.wordpress.com

Kini biarlah waktu yang menjawab semuanya, kita lihat saja siapakah pohon yang mampu bertahan dan keluar bersamasang cucu untuk memberikan mahkota bagi pak tani, aku selalu berharap dalam setiap doaku semoga ketujuh pohon ini bersama sang cucu dapat dan mampu memberikan kado terbaik dan terindah kepada sang pak tani karena kasih sayang. Kesabaran pak tani tanamkan adalah pupuk terbaik.

Penasaran dengan  Persami

Tinggalkan komentar