nikmatnya berinteraksi dengan al-qur'an

Nikmatnya Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Nikmatnya Berinteraksi dengan Al-Qur’an – Iman itu naik-turun katanya, inilah yang menyebabkan seringkali mengalami saat dimana kita merasa down, useless, dan lesu. Adakalanya pula merasa sangat bersemangat dan sungguh bahagia.

Pengaruh keimanan memang bisa terjadi naik dan turun, tetapi trend-nya harus di jaga agar tetap naik. Futur atau perasaan jauh dari sang pencipta adalah penyakit yang pasti akan menyerang seseorang yang sedang trend- keimananya, bukan untuk menjatuhkannya, tapi untuk memperkuat dan membawa keimananya ke level yang lebih tinggi.

Problemnya adalah, bagaimana kita berada dalam keadaan futur, lalu ingin menaikkan gairah keimanan kita dalam hidup ini? Anda sering menunda-nunda shalat wajib lewat daripada waktu keutamaannya? Anda malas untuk berjamaah di masjid?

Jarang membaca Qur’an dan tidak bersemangat dalam mendakwahkan islam? Terasa sehari yang mempunyai waktu 24 jam terbuang sia-sia? Jika salah satu pertanyaan ini Anda jawab “ya” berarti anda berkemungkinan besar mengidap sindrom futur.

Salah satu penyebab dominan futurnya seseorang, karena ia tidak benar-benar menyadari dan memahami tujuan aktivitasnya. Oleh karenanya kita harus benar-benar menggambarkan dengan jelas tujuan aktivitas kita, memahami urgensinya dengan jelas.

Penasaran dengan  Apa itu Baper, Mager, dan Gabut?

Di antara lainnya penyembuh sindrom futur adalah membaca Al-Qur’an dan As-sunnah serta terjemahannya, karena hati yang tidak terisikan oleh kalam Allah bagai sebuah bangunan yang bobrok, carilah ayat atau hadits yang manakala kita membacanya mengingatkan pada hakikat kehidupan, aktivitas, serta perjuangan kita.

Kisah-kisah para pejuang islam, atau yang biasa kita kenal Sirah Nabawiyyah juga bisa menjadi refrensi ketika diri mulai merasakan kefuturan, karena dengan membacanya kita bisa menggambarkan bagaimana mereka berjuang demi kemuliaan Islam.

Tidak perduli apa yang mereka perjuangkan baik itu harta bahkan nyawa mereka persembahkan untuk Allah dan rasul-Nya. Setelah menggambarkan perjuangannya cobalah bandingkan apa yang mereka melakukan semua itu untuk memperoleh surga, sama seperti yang kita inginkan.

Tapi ternyata aktivitas kita jauh dari aktivitas yang mereka lakukan untuk Allah dan rasul-Nya. Meminta nasehat pada seseorang yang anda anggap mampu memberikan semangat juga bisa men-charge jiwa yang sedang futur.

Beristirahat dan mengambil waktu sejenak untuk menenagkan diri untuk membuat pikiran kita tenang, dan membuat resolusi serta menulisakan perubahan apa saja yang anda inginkan sangat membantu jiwa yang sedang menuntut perubahan.

Penasaran dengan  Berbagai Macam Manfaat, Khasiat dan Fungsi Cuka Apel Tahesta

Bila semua cara di atas tidak membantu, maka terakhir dan paling jitu adalah Paksakan saja! Terkadang kita di minta untuk menjerumuskan diri pada lubang kebaikan. Just-do-it, itu kuncinya. Bila kita malas shalat tepat waktu paksakan saja, bila kita malas berdakwah mintalah amanah untuk dikerjakan, karena keterpaksaan memang perlu sebelum kita merasa enjoy terhadap aktivitas baru itu.

Penulis :

Liza Fazira

(Mahasiswi STEI Sebi Jurusan Akuntansi Syariah Awardee of BEASISWA SDM EKSPAD 100%)

Penasaran dengan  Harga Cuka Apel Tahesta

Tinggalkan komentar