Persami

 

Azzam Pemimpin

Perkemahan sabtu-minggu atau yang biasa disingkat Persami adalah kegiatan pramuka yang biasanya dilakukan diakhir pekan dan biasanya juga Persami menjadi kegiatan yang di tunggu-tunggu oleh para anggota pramuka.

Kegiatan Persami dilaksanakan ketika ada kenaikan pangkat anggota pramuka atau pergantian kepemimpinan dalam suatu organisasi pramuka.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya yang  pernah beberapa kali mengikuti kegiatan ini, tapi saya akan menceritakan pengalaman persami yang sangat saya ingat dan yang mungkin tak terlupakan.

  • Pemberangkatan

Sebelum pemberangkatan seperti biasanya ada upacara pelepasan yang dilaksanakan sore hari, saya menjadi salah satu peserta anggota upacara dan menjadi anggota dari sangga bantara.

www.nias-bangkit.com

Dikarenakan lokasi perkemahan yang cukup jauh jadi saya dan kelompok diantar mengunakan mobil tapi tidak sampai tempat ditengah perjalanan saya dan teman-teman diturunkan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan.

Sampai di lokasi saya dan kelompok langsung mendirikan tenda dan membangun sebuah tiang untuk membuat bendera merah putih berkibar, Adzan Maghrib terdengar dan saya bergegas meninggalkan tenda menuju masjid di sekitar lokasi.

  • Kegiatan

Oxygent

Setelah selesai sholat maghirb saya dan kelompok makan dan merapihkan tenda yang belum sepenuhnya terpasang dengan rapih, dilanjutkan dengan sholat isya bersama dimasjid.

Upacara pembukaan Persamai baru dilakukan setelah saya pulang dari masjid, upacara berjalan dengan lancar dengan majunya anggota bantara yang membacakan dasa darma pramuka, setelah upacara selesai dilanjutkan dengan membakar api unggul.

Penasaran dengan  Suka Duka di Pesantren

Oxygent

Serambil api unggul menyala dan menghangatkan tubuh diiringi dengan tampilan setiap kelompok untuk menampilkan kreasi dan yel-yel yang mereka sudah persiapkan sebelum acara dimulai.

Oxygent

Saya istirahat pukul 22:00 dan dibangunkan pukul 02:00 pagi. Kegiatan saat itu adalah jalan-jalan malam dan uji nyali setiap peserta sebelum paginya diadakan acara pelantikan, saya berjalan entah berapa lama dan jauh yang pasti sampai lokasi beberapa menit berselang adzan subuh terdengar.

Saya melaksanakan sholat subuh dilapangan bersama peserta yang lain, acara selanjutnya adalah beristirahat dan mempersiapkan diri untuk haiking pagi harinya, pagi harinya sesudah sarapan saya dan temanlainnya yang berpangkat bantara dikumpulkan panitia untuk mandi.

Pramuka

Mandi pagi tapi bukan di kamar mandi melainkan di sungai atau aliran air yang berada dekat dengan lokasi perkemahan, saya diperintahkan untuk menusuri aliran air tersebut dengan merayap dan berenang, dan seletah itu baru saya mandi pagi di kamar mandi.

Baju masih basah saya sudah diperintahkan untuk melipat kembali tenda dan mempersiapkan peralata yang akan di bawa pada saat haiking, sesaat sebelum haiking saya diberi pengarahan akan jalan yang nantinya akan kita tempuh.

Penasaran dengan  Mukhoyyam

Karena lokasi Persami dekat dengan pantai peserta diperintahkan untuk menelusuri pantai dan membawa kantong sampah setiap kelompoknya, selama perjalanan saya dan teman-teman membersihkan sampah yang berada di pinggir pantai.

Panitia tidak memberi tahu sampai mana perjalanan hingga saya berjalan berjam-jam menelusuri pantai dan meninggalkan peserta lainnya yang jauh tertinggal dibelakang hingga siang hari saya dan beberapa peserta lainnya memutuskan untuk berbelok dan menyudahi menelusuri pantai.

Ternyata saya dan peserta lainnya sudah sangat jauh berjalan dari yang panitia arahkan, saya dan peserta lainya beristirahat untuk mengumpulkan tenaga, lelah dan panas yang saya rasakan dalam perjalanan tersebut dan berfikir untuk ingin segera pulang.

Setelah saya belok yang menurut saya dekat dengan jalan adalah salah, saya harus berjalan jauh lagi untuk mencapi jalan raya setelah beberapa jam akhirnya saya sampai di jalan raya dengan sangat lelah.

  • Pulang

Sampai dijalan rasa jalan menuju pulang sangat jauh dan saya sudah tak mampulagi berjalan apalagi dengan terik matahari yang tidak bisa ditoleransi lagi, ketika ada mobil truk lewat yang tidak membawa barang saya dan peserta lainnya langsung menghadang dan meminta ikut dengan arah yang sama.

Persami Balongan

Belum sampai di Pesantren saya den peserta lainnya turun karena mobil yang saya tumpangi berbeda arah, mau tidak mau saya harus berjalan lagi untuk sampai di Asrama, tidak jauh dari tempat diturunkannya saya, saya terdengar adzan ashar saya pun langsung sholat ashar dan beristirahat sejeak.

Penasaran dengan  Sepenggal Kisahku Bersma OSPA

Setelah itu saya dan peserta lainnya langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang, sampai diasrama saya dan yang lainnya terkejut dengan sebagian peserta lainnya sudah sampai terlebih dahulu menggunakan mobil yan disediakan oleh panitia.

Lelah dan letih yang merasuk diri saya langsung saya hilangkan dengar tidur dan tidak melakukan kegiatan apapun.

Tinggalkan komentar