OSPA

Sepenggal Kisahku Bersma OSPA

OSPA

Awal Menjadi OSPA

oke kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya, menjadi bagian dari OSPA (Organisasi Santri Pesantren Al-Urwatul Wutsqo) dimana nama ini dikape untuk nama Organisasi Pesanten yang saya tepati.

kelas 2 smp saya sudah dilantik menjadi bagian dari OSPA, walaupun memang saya akui saya belum sepenuhnya menjadi bagian dari OSPA karena pada saat saya smp saya masih belum memahai dan belum memunyai kemampuan untuk beroganisasi apatalagi di Pesantren yang kita membantu para ustad dan ustadzah melaksanakan peraturan di Pesantren siang dan malam.

ya saat itu saya masih belum tau apa yang harus saya kerjakan dan bagaimana perkerjaan saya sebagai anggota OSPA, kala itu saya dilantik dan dipilih oleh Presiden OSPA (Ahmad Ghifari Zain) sebagai ketua OSPA smp, atau juga dalam susunan keseuruhannya saya menjadi Ketua 1 yang jabatannya ada di bawah Preiden OSPA itu sendiri

saya juga dituntut untuk mengatuk anak smpa baik itu adik kelas maupun kaka kelas saya sendiri, pada dasarnya memang berat tapi saya belajar bayak saat itu,

nah saat saya lulus smp saya melanjutkan pendidikan sma/sederajat di Pesantren itu lagi, ya disanah saya menjadi anggota OSPA lagi tapi sekarang sudah menjadi anggota inti dan benar-benar berkerja dan merealisasikan program kerja yang saya buat.

Penasaran dengan  Pemimpin

kelas 10 saya di lantik menjadi bagian Departemen Keagamaan/Peribadatan, dan saya menjadi mentrinya yang beranggotakan kelas 11 dan kelas 2 smp kalo tidak salah ada 4 anggota dan satu mentri, dari sinih awal saya memahami dan mengerti apa itu OSPA.

kelas 10

setahun lamanya saya menjadi mentri departemen keagamaan, naik ke kelas 11 dimana Prsiden OSPA ini dipeggang atau di amanahkan kepada kelas 11 ya, saat itu saya dicalonkan menjadi salah satu kadidat Presiden OSPA yang bersaing dengan 3 orang lainnya,

saat itu karna dari kelas saya kekurangan SDM Laki-laki yang maju menjadi calon hanya 2 dan dua laginya adalah adik kelas yang dijamin tidak akan menjadi Presiden OSPA karna hanya kelas 11 ssaja yang bisa memiliki jabatan itu,

pemilihan dilaksanakan pada hari sabtu dan diumumkan pada malamnya, nomor 2 adalah nomor urut saya kala itu, akhirnnya malampun tiba dan saya tak tahu bahwa saya akan mendapatkan amanah yang begitu besar dan berat menurut saya, karna menjadi seorang Presiden OSPA itu tidak gampang seperti menjadi ketua organisasi di luar Pesantren.

hari senin tanggalnya saya lupa saya dilantik dan sah menjadi Presiden OSPA Periode 2015/2016.

Penasaran dengan  Tentang Penulis

penlantikan

muali saat itu saya meyakinkan diri saya untuk menjadi contoh yang baik untuk adik kelas saya, banyak kegiatan yang saya buat dan saya realisasikan untuk melebihbaikan lagi kualitas dan kuantitas santri, memang tidak mudah apalagi jika mengerkajan sendiri, tapi saya punya tim untuk melakukannya.

ya, saya tidak bekerja sendiri, banyak teman-teman yang membantu saya, kaka kelas saya pun kala itu sangat berpartisipasi atas kegiatan yang saya adakan,

beberapa diantaranya saya merealisasikan kegiatan pertandingan persahabantan dengan salah satu Pesantren di Indramayu, itu pun salah satu yang menjadi kebanggaan saya sendiri karna bisa memper kuat tali silatuhrahmi antar santri meskipun beda pesantren

persahabatan

banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan saat saya menjadi presiden OSPA muali dari berani berbicara didepan dengan bahasa yang baik dan benar, memberikan motivasi kepada teman-teman saya juga belajar berorganisasi.

saat saya menjadi presiden saya juga megikuti kegiatan organisasi yang bernama FOKUSTIC (Forum komunikasi santri se-wilayah 3 cirebon) dimana di sanah saya bertemu dengan orang-orang hebat lainnya dari berbagai pesantren di kawasan 3 cirebon

satu tahuun lamanya saya menjadi presiden dan akhirnya saya melepas jabatan juga, ya pengalamannya memang masih banyak dan panjang yang harus saya ceritakan tapi ini adalah sedikit kisa saya sebelum dan saat menajdi presiden OSPA.

Penasaran dengan  Iedul Fitri

 

pelepasan

2 pemikiran pada “Sepenggal Kisahku Bersma OSPA

  1. Benerin tata bahasanya, besar kecil huruf, sambung dll
    Belajar lagi jam
    tinggal rapihkan tuh
    kalo bisa nulis di blog mah jangan kaya orang curhat
    pake bahasa baku
    edit sebelum nge post

Tinggalkan komentar